Minggu, 05 Februari 2012

Keperawatan anak

Keperawatan merupakan suatu profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan komunitas dalam mencapai, memelihara, dan menyembuhkan kesehatan yang optimal dan berfungsi. Definisi modern mengenai keperawatan didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan dan suatu seni yang memfokuskan pada mempromosikan kualitas hidup yang didefinisikan oleh orang atau keluarga, melalui seluruh pengalaman hidupnya dari kelahiran sampai asuhan pada kematian


TUJUAN DAN MANFAAT
– Pencapaian derajat kesehatan yang tinggi bagi anak sebagai satu bagian dari sistem pelayanan kesehatan di keluarga.
– Meningkatkan kepuasaan anak dan keluarga
– Mengurangi fragmentasi pemberian asuhan
PERAWATAN BERFOKUS PADA KELUARGA (FAMILY CENTERED CARE)
Keluarga sebagai suatu kehidupan yang konstan dan individu mendukung, menghargai dan meningkatkan kekuatan dan kompetensi dalam memberikan asuhan terhadap anak (Johson, 1989). System pelayanan dan personel harus juga mendukung, menghargai, mendorong dan meningkatkan kekuatan dan kompetensi keluarga melalui pemberdayaan pendekatan dan pemberian bantuan efektif (Duns dan Trivette, 1996)
Sebagai seorang perawat, kita harus mampu memfasilitasi keluarga dalam pemberian tindakan keperawatan langsung, pemberian pendidikan kesehatan pada anak, memperhatikan bagaimana kehidupan social, budaya dan ekonomi keluarga sehingga dapat membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari keluarga tersebut dalam memberikan pelayanan keperawatan. Perawat juga melibatkan keluarga dalam hal ini yaitu dengan cara mengajak kerjasama/ melibatkan dan mengajarkan pada keluarga tentang perawatan anak ketika sehat maupun sakit.
• Konsep dasar Family Center Care
– Enabling: melibatkan keluarga (memampukan, memberdayakan, dan kemitraan)
– Empowering : pengambil keputusan
ATRAUMATIC CARE
• Tujuan utama : “DO NO HARM” yaitu :
– Mencegah/mengurangi anak berpisah dari orang tua
– Perlindungan
– Mencegah/mengurangi trauma fisik dan nyeri
PRIMARY NURSING
• Mendukung pelaksanaan askep anak
• Menjadikan asuhan yang konsisten dan berfokus pada keluarga sebagai komponen integral pada perencanaan dan pelaksanaan.

MANAJEMEN KASUS (CASE MANAGEMENT)
Sistem pemberian asuhan yang seimbang antara biaya dan kualitas.

PERAN KELUARGA DALAM KEPERAWATAN ANAK
KELUARGA:
– Suatu sistem terbuka
– terdapat sub / komponen, memiliki tujuan/fungsi, interrelasi dan interdependensi, dipengaruhi oleh system luar.
FUNGSI KELUARGA:
– Merawat fisik anak
– Mendidik anak untuk menyesuaikan dengan kultur
– Bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak secara psikologis/emosional.

ELEMEN KUNCI FAMILY-CENTERED CARE
• Mengenal bahwa keluarga bersifat menetap pada kehidupan anak, sedangkan personil dan sistem pelayanan berfluktuasi
• Memfasilitasi kolaborasi orang tua dan perawat pada semua tingkat asuhan
• Menghormati keanekaragaman ras, budaya, dan sosio ekonomi dalam keluarga
• Mengenali kekuatan keluarga dan perorangan serta menghormati perbedaan
• Mendorong dan memfasilitasi dukungan keluarga dan jaringan kerja
• Mengerti dan memasukkan kebutuhan perkembangan bayi, anak, remaja dan keluarga dalam sistem asuhan.
• Menerapkan sistem asuhan yang dpt dilaksanakan secara fleksibel

PRINSIP PERAWATAN ANAK
• Perawat tidak boleh mengabaikan ketrampilan & pengetahuan orang tua anak
• Perawat tidak boleh mengabaikan kepercayaan anak
• Perawat harus selalu memperhatikan keadaan kesehatan mental, spiritual dan fisiknya sendiri
• Perawat juga tidak boleh mengabaikan kemampuannya sendiri untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik

PERAN PERAWAT PEDIATRIK
• Hubungan terapeutik
Diterapkan dalam berkomunikasi dengan anak dan keluarga, bersifat empati dan professional dengan memisahkan peran perawat dari keluarga tanpa mengganggu kenyamanan anak dan keluarga
• Family advocacy/caring
Advokasi meliputi jaminan bahwa keluarga akan mengetahui yankes yang tersedia, diinformasikan tentang prosedur dan pengobatannya secara benar. Caring berarti memberikan yankes secara langsung pada anak.
• Disease prevention/Health promotion
Melakukan dan mengajarkan keluarga tentang bagaimana cara mencegah penyakit baik dari luar maupun dari dalam tubuh.
• Health education
Memberikan pendidikan kesehatan yang bertujuan membantu orangtua dan anak memahami suatu pengobatan medis, mengevaluasi pengetahuan anak tentang kesehatan mereka, memberi pedoman antisipasi
• Support/counseling
Memberikan perhatian pada kebutuhan emosi melalui dukungan dan konseling. Dukungan diberikan dengan mendengar, menyentuh dan kehadiran fisik untuk memudahkan komunikasi nonverbal. Sedangkan, konseling dalam bentuk pertukaran pendapat, melibatkan dukungan, penyuluhan teknik untuk membantu keluarga mengatasi stress dan mendorong ekspresi perasaan dan pikiran. Yang membantu keluarga mengatasi stress dan memampukan untuk mendapatkan tingkat fungsi yang lebih tinggi.
• Pengambil keputusan etis
Prinsipnya, tindakan yang ditentukan adalah yang paling menguntungkan klien, dan sedikit bahayanya terhadap segala aspek yang berhubungan denagn pelaksanaan asuhan keperawatan. Seperti dalam kerangka kerja mesyarakat, standar praktik professional, hukum, aturan lembaga, tradisi religius, sistem nilai keluarga dan nilai pribadi perawat.
• Coordination/Collaboration
bekerjasama dengan spesialis / profesi lain dalam mengatasi kesehatan anak.
• Peran restoratif
Keterlibatan perawat secara langsung dalam aktivitas pemberi asuhan yang dilakukan atas daar konsep teori yang berfokus pada pengkajian dan evaluasi status yang berkesinambungan. Perawat punya tanggung jawab dan tanggung gugat terhadap tindakannya.
• Research
melakukan praktik berasarkan penelitian, menerapkan metode inovatif dalam memberikan intervensi pada anak, melakukannya berdasarkan penelitian dan sesuai rasional.
• Health care planning
menggunakan perencanaan & metode yang tepat untuk perawatan anak. Perawat melibatkan penyediaan layanan yang baru, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
• Trend masa depan
Ada beberapa hal yang dituntut :
• Pengobatan penyakit (kuratif) menjadi promosi kesehatan (promotif)
• Filosofi asuhan berpusat pada keluarga bukan pilihan melainkan kewajiban
• Perawat dituntut meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan, komputer, membuktikan keunikan peran mereka dan dituntut lebih mandiri dan melebihi lingkungan asuhan terdahulu.

BERPIKIR KRITIS
Berpikir kritis adalah suatu proses berpikir sistematik yang penting bagi seseorang perawatt professional.berpikir kritis akan membatu professional dalm memenuhi kebutuhan klien.Berpikir kritis adalah berpikir dengan tujuan dan mengarah-arahkan yang membatu indivudu membuat penilaian berdasarkan data bukan perkiraan.Berpikir kritis berdasarkan metode penyelidikan ilmiah yang juga menjadi akar dalam mengambil keputusan

PROSES KEPERAWATAN
I. PENGKAJIAN
Proses yang berkesinambungan, diterapkan di seluruh tahap penyelesaian masalah.
Dasar pengambilan keputusan.
Terdiri dari pengumpulan, pengelompokan, dan analisis data.
Dilakukan secara menyeluruh (bio-psiko-sosiokultural-spiritual).

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Adl keputusan klinis tentang respon individu, keluarga, atau komunitas terhadap masalah kesehatan/proses hidup yang aktual maupun potensial (NANDA).
• Perawat menginterpretasi dan membuat keputusan tentang data yang telah dikumpulkan.
• Komponen: PES (problem, etiology, symptom).
• Jenis: aktual, risiko, potensial.
III. PERENCANAAN
Prinsip:
1. Memahami konsep dan karakterisik tum-bang anak.
2. Memahami hubungan anak dengan pengasuh
3. Melibatkan keluarga
4. Orientasi
5. Menciptakan lingkungan yang kondusif
6. Meminimalkan trauma fisik
7. Universal precaution
8. Membantu keperluan pasien
IV. IMPLEMENTASI
Menerapkan intervensi yang dipilih dan melakukan umpan balik.
• Prinsip:
1. Jangan menawarkan pilihan apakah bersedia dilakukan tindakan atau tidak
2. Beri kesempatan anak memilih tempat dilakukannya tindakan
3. Jangan membohongi anak bahwa tindakan yang akan dilakukan tidak menimbulkan rasa sakit
4. Jelaskan tindakan secara singkat dan sederhana
5. Perkenankan anak untuk mengeluh/menangis jika terasa sakit
6. Jangan berbisik kepada perawat lain atau keluarga di depan anak
7. Berpikir positif dan asertif
8. Waktu tindakan sesingkat mungkin
9. Libatkan keluarga.
V. EVALUASI
Perawat mengumpulkan, mensortir, dan menganalisis data untuk menentukan apakah tujuan tercapai, perlu modifikasi rencana, perlu alternatif.
VI. DOKUMENTASI
Pengkajian, identifikasi masalah, perencanaan, implementasi, dan evaluasi dilakukan dengan adanya bukti tertulis tentang pencapaian hasil, apakah ada kemajuan dalam proses keperawatan.
.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar